Tangki bola kuning instalasi migas dengan latar langit biru
Joule The Energy

Solderhangat.

solderhangat.com

Instrumentasi, metering & IoT — catatan dari lapangan

Omni FlowComputer

Diakhir Bulan Oktober 2011, sewaktu saya masih sibuk menyelasaikan pekerjaan saya, Instalasi UPS 5 KVA di salah satu Fasilitas Gas Metering tempat saya bekerja, mendadak saya menerima email dari Operation Support Bahwa Kantor tempat saya bekerja akan mengadakan Training Internal / Lokal untuk Teknisi dan Asisten Teknisi. saya terkejut karena waktu yang diberikan bagi saya untuk menyiapkan materi Training tinggal dalam hitungan jari saja. tetapi tetap saya sanggupi untuk menyelesaikan materi training tersebut… Judul Training yang akan saya sampaikan adalah Omni Flow Computer Training. Pada Blog ini akan saya coba untuk share materi tersebut… karena materinya cukup banyak, oleh karena itu saya akan membaginya dalam beberapa postingan.. so silahkan mengikuti Training ini.. tetapi maaf jangan kopi paste ya.. kalau ada yang berkeinginan untuk share postingan ini jangan lupa untuk mencantumkan Solderhangat.wordpress.com ya….. thank you…..

Modul 1

Pada awal modul ini para peserta Training akan diperkenalkan kepada Hardware dan Modul-modul yang terdapat pada Omni seri 3000 atau 6000, pada dasarnya tidak ada perbedaan yang mendasar antara seri 3000 dan 6000 yang membedakannya hannya jumlah modul yang terpasang , yang akan mempengaruhi jumlah Terminal Blok yang terdapat pada Bagian Belakang Panel Omni (Termination ).

Sebelum melangkah lebih jauh ada baiknya setiap peserta telah memahami mengenai Flow Komputer secara teori dan Perannya sebagai salah satu Instrument vital dalam system metering. Pada sesi training ini kita hannya Fokus pada Penggunakan Omni Flow Komputer untuk system Orifice dan Ultrasonic Meter, karena kedua system inilah yang digunakan pada system Metering TGI, mulai dari Tempino, Sakernan, Jabung, Belilas, Lirik, Ukui, RAPP, IKPP, Minas, Duri, Pemping dan Panaran.

Sistem Metering

  1. Ultrasonic Metering System

usm.PNG

2. Orifice Metering System

Orifice.PNG

Tanpa basah basi lagi silahkan lansung donlod saja Modul yang sudah tersedia :

Modul1 klik disini

Modul2 Klik disini

Modul 3 Klik disini

Modul 4 Klik disini
demikianlah Mudah-mudahan bermanfaat dan jangan lupa cantumkan Solderhangat.wordpress.com jika anda menampilkannya di blog anda.

14 thoughts on “Omni FlowComputer”

    • Halo Mas Cak Tom, terima kasih sudah mampir dan maaf baru saya balas.

      Soal link modul OMNI yang sudah tidak bisa di-download: betul, link lama itu sudah tidak aktif karena layanan penyimpanan yang saya pakai dulu sudah tidak berjalan.

      Untuk saat ini saya belum bisa mengirim ulang file modulnya lewat email. Tapi kalau Mas Cak Tom mau, silakan tuliskan di sini bagian mana yang paling ingin dipelajari dari OMNI — misalnya konfigurasi AGA, pembacaan totalizer, atau setting k-factor — nanti saya jelaskan poin-poin utamanya langsung di kolom komentar ini supaya bisa dibaca juga oleh yang lain.

      Terima kasih atas pengertiannya. Salam.

      Reply
    • Halo Mas Bayu, terima kasih sudah mampir.

      Selamat bergabung di dunia metering gas. Untuk materi dasar metering dari orifice plate sampai USM, saya tidak bisa mengirim file lewat email, tapi saya coba rangkumkan urutan belajarnya di sini supaya Mas Bayu punya arah:

      1. Pahami dulu konsep dasar: apa yang sebenarnya kita ukur. Ada tiga hal yang sering tertukar — volume aktual (actual), volume pada kondisi standar (base/Nm3), dan massa. Pastikan Mas Bayu bisa membedakan ketiganya dulu.

      2. Orifice plate (AGA-3): berbasis beda tekanan. Kunci pemahamannya ada di persamaan Bernoulli, discharge coefficient, dan expansibility factor.

      3. Turbine meter (AGA-7): berbasis pulsa. Kunci pemahamannya adalah K-factor dan batas laju alir liniernya.

      4. Ultrasonic meter (AGA-9): berbasis waktu transit suara. Kuncinya velocity path dan integrasi multi-path.

      5. Setelah paham tiga jenis di atas, barulah masuk ke bagian yang menyatukan semuanya: koreksi kondisi standar. Di sini wajib paham faktor Z (AGA-8) serta koreksi tekanan dan temperatur.

      6. Baru setelah itu pelajari flow computer (OMNI), karena tugas utamanya adalah menjalankan poin 5 secara otomatis.

      Kalau Mas Bayu mau mendalami salah satu poin, silakan tanya spesifik di kolom komentar, nanti saya uraikan lebih dalam.

      Semoga membantu. Salam.

      Reply
  1. hallo mas..
    waah ilmunya sangat bermanfaat nih mas,,walapun saya bukan bekerja di bidang instrument, tapi saya tetarik belajar tentang instrument seperti ini, karena masih berhubungan dengan bidang saya yang sebagai operator.

    Izin Copy ilmu-ilmunya mas(kalau saya share saya akan cantukan sumbernya mas), semoga selalu memberikan ilmu yang bermanfaat..:)

    Terimakasih..

    Reply
    • Halo Mas Belly, terima kasih sudah mampir dan terima kasih apresiasinya.

      Silakan dipelajari ilmunya, dan terima kasih sudah berencana mencantumkan sumbernya kalau dibagikan — itu sikap yang bagus dan sangat saya hargai.

      Menarik juga Mas Belly sebagai operator tapi tertarik belajar instrumentasi. Justru pemahaman operator itu sangat berharga, karena di lapangan sering kali operator yang paling cepat tahu kalau ada pembacaan yang tidak wajar, sebelum instrumennya sendiri melaporkan error.

      Kalau ada bagian yang kurang jelas, silakan tanya di kolom komentar ini. Semoga ilmunya bermanfaat.

      Salam.

      Reply
  2. Halo Selamat siang, terima kasih buat sharing knowladge nya pak. izin bertanya pak,.
    bagaimana cara switch omni flow computer?
    dikarenakan omni di station tempat saya bekerja ada 2,.
    A & B,. A kini onduty namun lagi ada kendala.
    omni B standby,. namun tidak bisa switch omni karena saya belum paham cara nya,.
    boleh berbagi ilmu nya pak?
    atau bisa minta kontak ny?
    jonmarliansen@gmail.com

    Reply
    • Selamat siang Mas Jon, terima kasih sudah mampir.

      Soal cara switch OMNI flow computer dari unit A (on duty) ke unit B (standby), prinsipnya begini — TAPI tolong dibaca dulu catatan pentingnya ya.

      Prinsip umum dual OMNI (A/B):

      1. Pastikan unit B benar-benar sehat SEBELUM switch: cek suplai daya, komunikasi ke flow sensor / transmitter, dan status input-output-nya. Kalau B belum sehat, switch justru menambah masalah.

      2. Verifikasi konfigurasi B sudah identik dengan A — AGA type, base condition, k-factor meter, dan parameter pipeline. Perbedaan konfigurasi akan membuat totalizer melompat.

      3. Catat dulu angka totalizer dan flow saat ini di A, untuk bukti kesinambungan data.

      4. Switch dilakukan lewat jalur yang memang disediakan sistem (selektor switch / sinyal di sistem kontrol), bukan dengan mematikan paksa unit A.

      CATATAN PENTING: prosedur switch yang tepat SANGAT tergantung konfigurasi instalasi Mas Jon — apakah kedua OMNI dipasang paralel dengan kontak selektor, atau lewat sistem DCS/SCADA. Salah urutan bisa membuat totalizer reset atau data custody hilang.

      Untuk itu saya perlu tahu dulu: tipe OMNI yang dipakai, dan apakah switch-nya manual (selektor fisik) atau melalui DCS. Kalau Mas Jon mau, sebutkan tipe unitnya nanti saya bantu telusuri urutan yang lebih spesifik. Untuk kontak pribadi mohon maaf saya belum bisa membagikan nomor, tapi silakan lanjut tanya di kolom komentar ini saja.

      Semoga membantu. Salam.

      Reply

Leave a Comment